Tampilkan postingan dengan label Teknik Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sipil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2022

Apa itu Jurusan Teknik Sipil ? Harus Baca Kamu Yang mau masuk jurusan Teknik Sipil


Halo, selamat siang semuanya, Kali ini saya akan menjelaskan apa itu jurusan teknik sipil itu penting?,menurut saya sangat lah penting,ini adalah gambaran tentang Apa itu jurusan Teknik Sipil secara singkat ,Apa itu jurusan Teknik Sipil ,teknik sipil adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana kita membangun merancang merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur tapi juga lingkungan dan kemaslahatan hidup manusia itu, jadi Teknik Sipil itu adalah singkatnya kaya ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara kita merancang merencanakan membangun merenovasi suatu bangunan konstruksi atau infrastruktur Kayak misalnya kalau kalian lihat gedung rumah Jalan Raya,Jalan Tol,Bandara,rel kereta api, drainase dan jembatan itu adalah tugasnya seorang Teknik Sipil jadi bisa dibilang juga kalau ilmu teknik sipil ini adalah ilmu yang menurut saya sangat penting banget di dunia ini karena tanpa adanya ilmu teknik sipil kita enggak akan lagi bisa lihat yang namanya gedung,jembatan dan rumah sekalipun ini yang lagi kita tinggalin itu adalah kerjanya orang-orang Teknik Sipil jadi bisa dibilang ya kalau misalnya enggak ada orang Teknik Sipil di dunia ini ya maka tidak akan ada bangunan-bangunan semegah itu dan sebagus itu.

bedanya apa sih jurusan Teknik Sipil sama jurusan arsitektuer,Jadi sebenarnya saya sendiri pun juga tidak pernah kuliah arsitek,saya cuman jurusan Teknik Sipil jadi itu lebih gampangnya kalau Teknik Sipil itu kita itu lebih kepada merencanakan menghitung struktur bangunan dan juga kita menghitung kekuatan pondasi, menghitung kekuatan balok dan kolom dari suatu struktur itu apakah struktur itu kuat menopang gedung seberat itu menopang banyak manusia di dalamnya menopang beban hidup dan beban mati dan juga beban angin sama beban gempa dan lain sebagainya.

 sedangkan kalau arsitektur itu dia itu lebih kepada yang mendesain gedung itu seperti bagiamana bagusnya desain arsitektur dilihat dari luar terlihat tampilan luarnya itu adalah kerjaannya orang arsitektur tapi kalau Teknik Sipil itu lebih kepada menghitung kekuatan gedungnya jadi perbedaan dasar itu kalau Teknik Sipil itu lebih kepada menghitungnya kalau arsitektur itu lebih kepada mendesain bangunnan maksudnya seindah mungkin gitu kayak memperhatikan keindahan desain luar dan dalam, ibaratnya nah disitu biasanya timbul pertanyaan bang Berarti kalau gitu gue nggak perlu gambar dong kalau di teknik sipil jawabannya benar banget.

kalian di Teknik Sipil itu tidak perlu jago-jago banget gambar karena di Teknik Sipil itu mayoritas kita tuh lebih kepada menghitung daripada kita menggambar karena kita gambar disini pun juga bukan gambar keindahan melainkan kita tuh menggambar teknik jadi lebih kepada kayak gambar gimana orang yang melihat gambar itu tuh paham sama apa yang kita gambar gitu kayak gua dari kecil dari SD kagak pernah yang namanya bikin gambaran bagus gua Kalau gambar selalu gambar-gambar gunung dan ada satu matahari dan ada sawah di bawahnya..haha, tapi nyatanya gue bisa di teknik sipil dan gambar kayak gitu karena memang sukanya bukan gambar keindahan melainkan gambar teknik.

Gambar apa aja sih yang sering digambar oleh Teknik Sipil? Yaitu gambar denah rumah, gambar tampak atas, tampak samping, tampak belakang, tampak depan,potongan melintang,potongan memanjang ,itu nanti semua bakalan kalian pelajari kalau udah masuk Teknik Sipil Nanti kalian bakal ngerasa kok.Nah pelajaran apa aja sih yang harus kita kuasai kalau kita mau masuk jurusan Teknik Sipil?

 Jadi menurut saya pelajaran yang penting itu ada dua yaitu matematika dan fisika menurut gua dua pelajaran itu adalah pelajaran utama kalau kalian akan masuk Teknik Sipil karena diduga pelajaran itu ibaratnya kuncinya dari teknik sipil, kalau misalnya kalian jago matematika kalian jago fisika dan kalian minimal ya paham lah sama soal-soal yang berkaitan selamat matikan fisika ya Insyaallah kalian bakalan ngejalanin Teknik Sipil pun juga dengan gampang,maksudnya nggak susah-susah banget ketimbang daripada orang yang sama sekali nggak ngerti mtk nggak fisika itu bakalan lebih sulit menurut saya,karena di teknik sipil itu lebih kepada menghitung dan teknik sipil sendiri itu ada lima cabang yaitu

1. Struktur

Jadi kita bahas mulai dari yang pertama yaitu cabang struktur jadi struktur itu adalah kayak kita tuh menghitung seberapa kuat bangunan ini untuk menopang seberapa kuat baloknya seberapa kuat kolomnya Jadi intinya di struktur itu kita lebih merencanakan bangunannya seperti Apakah bangunan itu kuat Apakah bangunan itu nanti bisa menahan beban yang begitu besar ada beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, beban manusia

2. Geoteknik

  ketika kalian masuk Teknik Sipil karena tidak semester 1 kalian itu pasti Menemukan yang namanya Pelajaran Mekanika Teknik atau yang biasa disebut statika Jadi kita disitu tuh lebih kepada cara merencanakan pondasi Apakah pondasi itu kuat untuk menopang bangunan segitu besar gitu terus kita mencari lapisan tanah yang kuat untuk dibangunin gedung itu di kedalaman beberapa meter terus nanti kita juga belajar tentang konsolidasi tanah nah konsolidasi tanah kayak ibaratnya setelah mengetahui seberapa besar penurunan tanah yang bakalan terjadetika kalian masuk Teknik Sipil karena tidak semester 1 kalian itu pasti Menemukan yang namanya Pelajaran Mekanika Teknik atau yang biasa disebut statika Jadi kita disitu tuh lebih kepada cara merencanakan pondasi Apakah pondasi itu kuat untuk menopang bangunan segitu besar gitu terus kita mencari lapisan tanah yang kuat untuk dibangunin gedung itu di kedalaman beberapa meter terus nanti kita juga belajar tentang konsolidasi tanah nah konsolidasi tanah kayak ibaratnya setelah mengetahui seberapa besar penurunan tanah yang bakalan terjadi

3. manajemen konstruksi

Ilmu manajemen konstruksi Jadi itu kita lebih kepada ke hal-hal yang bersangkutan dengan perekonomian jadi kayak misalnya pengembalian modal perizinan terus menjadi orang pekerjaan berapa pekerja yang dibutuhkan alat-alat apa saja yang dibutuhkan selanjutnya material-material apa aja yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proyek

4. transportasi

bidang transportasi Jadi itu kita di transportasi belajar mengenai sistem transportasi dalam pelaksanaan dan perencanaannya Jadi kalau misalnya proyek Jalan Raya ,kereta api itu semua yang bikin orang-orang Teknik Sipil misalnya kalian lagi jalan keluar rumah naik mobil atau motor kalian lihat lampu lalu lintas kok kadang kalian mikir kok lampunya merahnya lama banget tampungnya cepat banget itu semua ada hitung-hitungannya di pelajaran teknik sipil ini begitupun juga sama dengan yang namanya tebal perkerasan jalan raya itu yang bikin anak tapi sipil terus kita juga harus menghitung Apakah aspal yang kita buat itu bisa untuk kendaraan yang berat-berat itu lewat di situ jadi bisa dibilang ilmu teknik sipil ini luas banget.

5. Hidrologi

 Ilmu hidrologi jadi sesuai dengan namanya hidrologi kita tuh belajar tentang ilmu keairan Jadi kalau misalnya kalian lihat Bendungan, irigasi, saluran drainase itu semua yang bikin adalah orang-orang teknik sipil di bagian hidrologi jadi itu singkatnya di ilmu hidrologi itu kita lebih kepada Menghitung debit aliran misalnya Menghitung debit air sungai terus kita menghitung Bagaimana merencanakan saluran drainase supaya air itu bisa mengalir dari yang hulu ke hilir begitupun juga kita harus membuat saluran irigasi untuk di sawah-sawah itu tugasnya dari seorang Teknik Sipil

Dari kelima bidang teknik sipil itu mempunyai tujuan yang berbeda.

Nah mungkin banyak yang dari kalian bakal nanyain Bang nanti tuh di Teknik Sipil banyak praktikumnya enggak sih Oh ya jelas jika kalian mengambil jurusan Kuliah teknik sipil itu ada praktikum bikin beton, praktikum bikin aspal, terus ada praktikum mekanika tanah, kita ngebor tanah untuk mencari konsolidasinya terus nanti kita ada kuliah lapangan manajemen konstruksi itu kita melihat bagaimana proyek itu berlangsung pembangunannya terus juga ada nanti yang namanya praktikum mekanika fluida jadi kita menghitung debit aliran.

Untuk kalian buat yang mau ngambil jurusan Kuliah teknik sipil itu sangat bagus sekali dan harus mantep kan,dan juga untuk kalian yang masih kuliah di teknik sipil tetap selalu semangat sampai kuliah selesai.


Sabtu, 30 April 2022

Inilah 10 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan dan Banyak Peluang Kerjanya

 

     Bagi kamu yang baru lulus dari SMA ke SMK pasti kamu ingin melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dengan memilih jurusan yang banyak peluang kerja di masa depan kan karena jurusan yang banyak peluang kerja di masa depan merupakan salah satu hal yang paling penting dan harus dipertimbangkan dengan baik-baik ya teman,menentukan jurusan kuliah yang kamu inginkan enggak hanya berdasarkan minat aja loh tapi harus relevan dan berhubungan sama karir di masa depan.Banyak yang berpikir kalau jurusan kuliah yang bagus bisa membawa mereka ke masa depan yang cerah padahal ada juga loh jurusan yang tidak menarik dan jarang dipilih orang tapi bisa memberikan masa depan yang menjanjikan.

      Inilah 10 jurusan kuliah yang banyak peluang kerjanya.

1.Jurusan sastra Inggris,jurusan yang satu ini merupakan yang sangat menjanjikan dari macam-macam jurusan kuliah di InIndonesi,namun entah mengapa jurusan ini masih sangat sedikit peminatnya padahal jurusan ini memiliki beberapa pekerjaan dengan nilai tinggi khususnya sebagai penerjemah yang memiliki gaji cukup menarik selain menjadi penerjemah para lulusan sastra Inggris pun dapat bekerja sebagai guru ataupun dosen di Universitas.

2. Jurusan Kedokteran,Jurusan Kedokteran termasuk program studi yang mahal namun peminat menjadi dokter masih banyak setiap tahunnya,karena profesi dokter selalu dibutuhkan setiap tahunnya dan untuk nilai gajinya juga cukup menjanjikan apalagi untuk dimasa mendatang dimana aja seorang dokterpun sangat dibutuhkan dimanapun jadi tidak perlu ragu lagi untuk masuk Jurusan Kedokteran.

3.Jurusan ilmu hukum,jurusan yang paling banyak peluang kerja selanjutnya ada jurusan ilmu hukum.Diindonesia sendiri sudah banyak sekali perusahaan yang membutuhkan ahli-ahli di bidang hukum di dalamnya jadi kamu nggak perlu terlalu khawatir lagi akan sulit mencari pekerjaan jika masuk hukum karena terdapat banyak lapangan pekerjaan di masa mendatang untuk kamu.

4.Jurusan ilmu komunikasi, bagi kamu yang berasal dari jurusan IPS ada salah satu jurusan di rumpun ilmu sosial yang sangat menarik,karena para lulusan jurusan ini umumnya akan bekerja di industri kreatif yang notabenya adalah industri yang sangat berkembang dan menjanjikan di era sekarang hingga masa mendatang Jika kamu mengambil jurusan ini nantinya kamu akan mempelajari cara menyampaikan pesan secara efisien dan efektif juga mempelajari pemanfaatan teknologi dan penemuan baru seiring perkembangan zaman.

5.Jurusan ekonomi, untuk di semua sektor bisnis dan usaha akan berhubungan dengan ekonomi,hal ini karena jurusan ekonomi mengajarkan skill-skill utama yang dibutuhkan di pasar kerja dari sekian banyaknya fakultas jurusan ekonomi memang menjadi fakultas yang paling diminati oleh sebagian besar calon dari berbagai penjuru daerah sarjana ekonomi bisa dikatakan punya cakupan yang luas untuk memilih lapangan pekerjaan yang akan ditekuni dan akan terus demikian hingga dimasa mendatang, salah satu bidang ekonomi yang juga laris menghasilkan lulusan sarjana ekonomi yang mudah mendapatkan pekerjaan adalah jurusan akuntansi lulusan ini bisa bekerja sebagai accounting di kantor ataupun membuka jasa akuntan publik yang akan berhubungan dengan pengurusan rekam jejak transaksi menyiapkan surat-surat keuangan dan juga pengurusan pengembalian pajak.

6.Jurusan Teknik Mesin,Teknik Mesin merupakan ilmu yang mempelajari aplikasi dari prinsip fisika untuk desain mesin wood analisis suatu mesin dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik yang ada di setiap harinya ada berbagai mesin yang digunakan untuk membantu kehidupan kita seperti mesin pabrik kendaraan motor serta mesin yang bisa menjalankan dirinya sendiri atau robot Oleh karena itu para lulusan teknik mesin ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

7.Jurusan Teknik Elektro,jurusan yang paling banyak peluang kerja di masa depan selanjutnya adalah jurusan Teknik Elektro prospek kerja teknik elektro sangat luas mulai dari perusahaan peralatan listrik konsultan listrik perusahaan umum hingga perusahaan pembangkit tenaga listrik soal gaji tidak perlu ditanya lagi karena jumlah ditawarkan cukup besar.

8.Jurusan Teknik Informatika jurusan yang paling banyak peluang kerja selanjutnya adalah jurusan Teknik informatika cara melihat kemajuan teknologi yang semakin pesat para lulusan teknik informatika atau yang biasa disebut dengan jurusan teknik komputer menjadi salah satu jurusan yang masa depannya cukup cerah loh peluang kerjanya pun masih sangat luas apalagi untuk di masa mendatang begitu pula penghasilan yang bisa didapatkan.

9.Jurusan Teknik perminyakan dan pertambangan,jurusan yang satu ini bisa masuk ke salah satu jurusannya banyak peluang kerjanya,kamu akan bekerja untuk mengolah sumber daya alam di beberapa daerah yang mempunyai tambang minyak dan gas,berbicara soal gaji jurusan ini cukup banyak peminatnya karena menjanjikan nominalnya cukup besar.

10.Jurusan teknik kimia,untuk jurusan yang satu ini peminatnya memang terbilang tidak banyak namun untuk prospek lulusan jurusan Teknik Kimia ini ternyata cukup menjanjikan kamu bisa mendapatkan brand gajian nominalnya tidak sedikit dari sejumlah pabrik pengolahan proses kimia atau industri-industri yang memproses kimia seperti industri pengolahan minyak bumi industri gas industri obat-obatan makanan dan lainnya.

      Itulah Penjelasan mengenai 10 jurusan Kuliah yang Menjanjikan dan Banyak Peluang Kerjanya, Terimakasih semoga bermanfaat...


Sabtu, 16 April 2022

Apa Perbedaan Gambar Antara Shop Drawing dan Asbuilt Drawing?

   

  Haloo Sobat semuanya,Kali ini omahsipil.com akan menjelaskan tentang gambar yang ada dalam konstruksi.

Setiap Konstruksi,gambar kerja adalah hal yang sangat penting dan wajib yang harus ada,karena gambar kerja ini digunakan untuk acuan merealisasi ide perencanaan ke dalam wujud fisik.Semua orang yang terlibat dalam proses pembangunana konstruksi itu harus mengerti gambar tersebut.

Salah satunya adalah gambar kerja yang ada di dalam pembangunan konstruksi adalah gambar shop drawing dan gambar asbuilt drawing.

Untuk kalian yang baru saja memulai belajar tentang ilmu bangunan tentu saja harus mengetahui fungsi dan macam-macam jenis gambar,salah satu nya  yaitu gambar shop drawing dan asbuilt drawing.

Secara sederhana, pengertian shop drawing adalah gambar teknis lapangan yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan. Shop drawing ini dibuat oleh kontraktor, yang diajukan approval terlebih dahulu ke MK/Konsultan Pengawas/Owner, sebeleum mulai dikerjakan.

Sedangkan As built drawing adalah gambar realisasi yang sesuai dengan keadaan di lapangan, baik pemasangan, peletakan dan bentuk, pada saat pembangunan konstruksi selesai.

 

Menurut Fungsinya Perbedaan Shop Drawing dan As-Built Drawing adalah

Shop drawing berperan sebagai media komunikasi antara perencanaan dan pelaksanaan, berisi tentang detail perencanaan dari pembuatan komponen konstruksi dan digunakan pada proses instalasi untuk mempermudah proses pemasangan.

Pembuatan shop drawing merupakan bagian terpenting dari proses konstruksi, karena Shop drawing berperan sebagai acuan gambar yang jelas dan detail bagi pelaksana di lapangan agar terhindar dari kesalahan yang mengakibatkan re-work, pembengkakan waktu dan biaya,

Shop drawing dapat membantu kegiatan pengendalian pada kegiatan perhitungan terhadap kebutuhan jumlah/volume material, sehingga optimalnya ketepatan perhitungan biaya dan pembelian suatu material.

Sedangkan as-built drawing berfungsi untuk menunjukkan adanya perubahan yang terjadi antara gambar rencana, shop drawing, dan realisasinya. As-built drawing berguna untuk pengelolaan fisik suatu proyek setelah pelaksanaan konstruksi diselesaikan. Pembuatan as-built drawing akan mempermudah kontraktor dalam merekap semua perubahan yang terjadi sebagai amandemen terhadap dokumen kontrak asli.

Nah itulah Perbedaan Shop Drawing dan As-Built Drawing,semoga bermanfaat buat kalian semuanya,,,,

Selasa, 20 Juli 2021

Proses Pembuatan Batako,Kelebihan hollowbrick/batako dibanding bata merah

          HOLLOWBRICK / BATAKO



    HollowBrick/Batako adalah bahan bangunan alternatif untuk menggantikan batu bata merah. Pemasangan hollowbrick/batako pada bagian pinggir pun tidak perlu dipotong karena tersedia ukuran setengah sehingga hasil akhir lebih rapi. Dan apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester lagi sehingga akan menghemat biaya dan memberikan kesan alami.


 Proses Pembuatan HollowBrick/Batako :

Adapun proses produksi hollowbrick/batako adalah sebagai berikut :

1.Pasir diayak untuk mendapatkan pasir yang halus dengan menggunakan mesin/manual.

2.Pasir tanpa diayak dan semen diaduk sampai rata dengan menggunakan mesin pengaduk/manual dan setelah rata ditambahkan air.

3.Adonan pasir, semen dan air tersebut diaduk kembali sehingga didapat adukan yang rata dan siap dipakai.Adukan yang siap dipakai ditempatkan di mesin pencetak hollowbrick/batako dengan menggunakan sekop dan di atasnya boleh ditambahkan pasir halus hasil ayakan (bergantung pada jenis produk hollowbrick/batakoyang akan dibuat).

4.Dengan menggunakan lempengan besi khusus tersebut dipres/ditekan sampai padat dan rata mekanisme tekan pada mesin cetak

5.Hollowbrick/Batako mentah.yang sudah jadi tersebut kemudian dikeluarkan dari cetakan dengan cara menempatkan potongan papan di atas seluruh permukaan alat cetak.

6.Berikutnya alat cetak dibalik dengan hati-hati Skala produksi dan keunggulan produk akhir sehingga hollowbrick/batakol mentah tersebut keluar dari alat cetaknya.

7. Proses berikutnya adalah mengeringkan hollowbrick/batako mentah dengan cara diangin-anginkan atau di jemur di bawah terik matahari sehingga didapat hollowbrick/batako yang sudah jadi.

 

Kelebihan hollowbrick/batako dibanding bata merah 

    Hollowbrick/Batako lebih hemat dari bata merah dari segi waktu pemasangan, jumlah pemakaian adukan, dan harga per meter persegi. Hollowbrick/Batako juga bisa menampilkan tekstur dinding yang lebih rapi apabila bila tidak diberi plester atau ekspos.

    Pembuatan bangunan menggunakan hollowbrick/batako bisa selesai dalam waktu lebih cepat. Jika Anda membangun dinding menggunakan hollowbrick/batako, hanya dibutuhkan 10 hingga 15 buah hollowbrick/batako untuk menyusun dinding seukuran satu meter persegi. Memang tidak secepat pemasangan dinding papan semen atau gypsum, tetapi jelas lebih cepat dari aplikasi bata merah.

    Keuntungan yang bisa diperoleh melalui penggunaan hollowbrick/batako tidak hanya berhenti di sana, melainkan juga menghemat plesteran serta mengurangi beban dinding sehingga konstruksi bangunan menjadi lebih ringan.

     Untuk menjawab kritik bahwa batako kurang kokoh, bisa diatasi dengan mencampur material dasar hollowbrick/batako dengan abu ampas tebu yang merupakan limbah industri yang bisa dimanfaatkan kembali. Abu ampas tebu terbukti memberi hasil yang lebih kuat, ringan, dan tahan lebih lama dari kondisi agresif. Harganya pun murah.

     Karena harganya lebih murah dari sebagian besar bata merah, bangunan yang dibuat menggunakan hollowbrick/batako kerap dianggap tidak sekelas dengan bangunan bata merah dan tidak mempunyai nilai jual yang tinggi. Namun pendapat tersebut sangat subjektif, tergantung kepada kebutuhan dan selera dari masing-masing pemilik bangunan.

 Hollowbrick/Batako merupakan batu cetak yang tidak dibakar, berdasarkan bahan bakunya hollowbrick/batako dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Hollowbrick/Batako tras/putih, hollowbrick/Batako putih terbuat dari campuran trass, batu kapur, dan air, sehingga sering juga disebut batu cetak kapur trass. Trass merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu-batu yang berasal dari gunung berapi, warnanya ada yang putih dan ada juga yang putih kecokelatan. Ukuran hollowbrick/batako trass yang biasa beredar di pasaran memiliki panjang 20 cm–30 cm, tebal 8 cm–10 cm, dan tinggi 14 cm–18 cm.

2. Hollowbrick/Batako semen, dibuat dari campuran semen dan pasir. Ukuran dan model lebih beragam dibandingkan dengan batako putih. Hollowbrick/Batako ini biasanya menggunakan dua lubang atau tiga lubang disisinya untuk diisi oleh adukan pengikat. Nama lain dari hollowbrick/batako semen adalah hollowbrick/batako pres, yang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pres mesin dan pres tangan. Secara kasat mata, perbedaan pres mesin dan tangan dapat dilihat pada kepadatan permukaan hollowbrick/batakonya. Di pasaran ukuran hollowbrick/batako semen yang biasa ditemui memiliki panjang 36-40 cm, tinggi 18-20 cm dan tebal 8-10 cm,Hollowbrick/Batako yang diproduksi, bahan bakunya terdiri dari pasir, semen dan air dengan perbandingan 75 : 20 : 5. 

Perbandingan komposisi bahan baku ini adalah sesuai dengan Pedoman Teknis yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986. 

BAHAN,KUALITAS,UKURAN,MUTU BATA MERAH

 

          BATU BATA

Bahan Baku Bata Merah :

-          Tanah Liat

-          Pasir   halus ukuran  0,15 mm.    Jumlahnya tergantung kondisi tanah liat, biasanya berkisar 30 % sampai 35 %.

 

Kwalitas Bata Merah dipengaruhi oleh :

-          Bahan baku

-          Bahan campuran

-          Teknik pengerjaan

-          Pembakaran dan pemeliharaan

 

 

Jenis-jenis Batu Bata Merah :

1.        Bata Merah Pejal

Batu merah yang dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan lainnya yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi dan tidak hancur bila direndam dalam air.

 



                               

Gambar  Bata Merah Pejal

 

 

2.        Bata Merah Berlubang

Unsur bangunan yang digunakan untuk pembuatan konstruksi bangunan, dibuat dari tanah liat atau tanpa campuran bahan lain, dibakar pada suhu tinggi dan tidak hancur bila direndam dalam air.


 

                

        

Gambar  Bata Merah Berlubang

 

 

3.          Bata Merah Karawang

Unsur bahan bangunan yang lubang angin, dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain.



 


 

Mutu Bata Merah Karawang :

1)      Tampak Luar

Tidak boleh mempunyai cacat seperti : bergelembung dan retak-retak kecuali hal yang sengaja dibuat dan tidak mempengaruhi mutunya.

2)      Toleransi Ukuran ;

Penyimpangan pembengkokan terhadap panjang dan diagonal maksimum 2,5 mm, penyimpangan lebar dan tebal maksimum 2,5 mm terhadap nilai rata-ratanya.

3)      Penyerapan Air ;

Penyerapan air dari 10 buah contoh yang di uji tidak boleh lebih dari 15 %


 

 

4)      Cacat Warna / Pudar ;

Tidak boleh terjadi perubahan warna / pudar yang disebabkan oleh garam yang dapat larut.

5)      Bentuk atau Motif ;

Bentuk atau motif bata merah karawang dapat dibuat dengan persetujuan antara konsumen dan produsen.

 

Ukuran Batu Bata :

Ukuran batu bata yang biasa ditemui dipasaran antara lain :

1.      Panjang 240 mm, Lebar 115 mm, dan tebal 52 mm.

2.      Panjang 230 mm, Lebar 110 mm, dan tebal 50 mm.

 

 

Penyimpangan yang diizinkan untuk ukuran tersebut adalah : panjang maks. 3%, Lebar maksimum 3 % dan tebal maksimum 5%.

 

Klasifikasi kekuatan Bata :

A.      Berdasarkan Kuat Tekan

1.             Mutu Bata Kelas I Kuat Tekan rata-rata > 100 kg/cm2

2.             Mutu Bata Kelas II Kuat Tekan rata-rata 80 100 kg/cm2

3.             Mutu Bata Kelas III Kuat Tekan rata-rata 60 – 80 kg/cm2

 

 

B.      Berdasarkan Compressive Strength (Bata jenuh air) Penyerapan Air.

1.          Batu Bata Kelas A

Compressive Strength diatas 69 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 4,5 %

2.          Batu Bata Kelas B

Compressive Strength diatas 48,5 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 7 %


                          
      

Gambar  Pengeringan dan pembakaran Batu Bata

 

Senin, 19 Juli 2021

MATERIAL AGREGAT

 AGREGAT

Agregat/batuan didefinisikan secara umum sebagai formasi kulit bumi yang keras dan penyal (solid). ASTM (1974) mendefinisikan btuan sebagai suatu bahan yang terdiri dari mineral padat, berupa masa berukuran besar ataupun berupa fragmen- fragmen (39).

Agregat/batuan merupakan komponen utama dari lapisan perkerasan jalan yaitu mengandung 90-95% agregat berdasarkan persentase berat 75-85% agregat berdasarkan persentase volume. Dengan demikian daya dukung, keawetan dan mutu perkerasan jalan ditentukan juga dari sifat agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain.

A. Klasifikasi Agregat

A. Ditinjau dari asal kejadiannya agregat/batuan dapat dibedakan atas batuan beku (igneous rock), batuan sedimen dan batuan metemorf (batuan malihan)(39)

Batuan beku

Batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan membeku. Dibedakan atas batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (extrusive igneous rock). Batuan beku luar dibentuk dari material yang keluar ke permukaan bumi di saat gunung berapi meletus. Akibat pengaruh cuaca mengalami pendinginan dan membeku. Umumnya berbutir halus seperti batu apung, andesit, basalt, obsidian,dll. Batuan beku dalam dibentuk dari magma yang tak dapat keluar kepermukaan bumi. Magma mengalami pendinginan dan membeku secara perlahan-lahan,berstruktur kasar dan gerakan bumi. Batuan beku jenis ini antara lain granit, gabbro, diorite, dll.

Batuan sedimen

Sedimen dapat berasal dari campuran partikel mineral, sisa-sisa hewan dan tanaman. Pada umumnya merupakan lapisan-lapisan pada kulit bumi,

hasil endapan di danau, laut dsb.berdasarkan cara pembentukannya batuan sedimen dapat dibedakan:

1). Batuan sedimen yang dibentuk secara mekanik seperti breksi, kongklomerat, batu pasir, batu lempeng. Batuan ini banyak mengandung silica.

2). Batuan sedimen yang di bentuk secara organis seperti batu gamping, batu bara, opal.

3). Batuan sedimen yang di bentuk secara kimiawi seperti batu gamping, garam,gips,flint.

Batuan metamorf

Berasal dari batuan sedimen ataupun batuan beku yang mengalami proses perubahan bentuk akibat adanya perubahan tekanan dan temperature dari kulit bumi. Berdasarkan strukturnya dapat dibedakan atas batuan metamorf yang masih seperti marmer, kwarsit dan batuan metamorf yang berfoliasi/berlapis seperti batu sabak,filit,sekis.

B. Berdasarkan proses pengolahannya argegat yang dipergunakan pada perkerasan lentur dapat dibedakan atas agregat alam, agregat yang mngalami proses pengolahan terlebih dahulu dan agregat buatan.

Agregat alam

Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan

sedikit proses pengolahan, dinamakan agregat alam. Agregat ini dibentuk melalui proses erosi degradasi. Bentuk pratikel dari agregat alam ditentukan oleh proses pembentukannya. Aliran air sungai membentuk partikel- partikel bulat-bulat dengan permukaan yang licin. Degradasi agregat di bukit- bukit membentuk partikel-partikel yang bersudut dengan prmukaan yang kasar. Dua bentuk agregat alam yang sering dipergunaan yaitu kerikil dan pasir.

Kerikil adalah agregat dengan ukuran partike > ¼ inch (6,3mm), pasir adalah agregat dengan ukuran partikel < ¼ inch tetapi lebih besar dari 0,0075 mm (saringan no.200).

Berdasarkan tempat asalnya agregat alam dapat dibedakan atas pitrun yaitu agregat yang di ambil dari tempat terbuka dialam dan bankrun yaitu agregat yang berasal dari sungai/ endapan sungai.

Agregat yang melalui proses pengolahan

Di gunung – gunung atau di bukit-bukit sering di temui agregat masih berbentuk

batu gunung, sehingga diperlukan proses pngolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat kontruksi perkerasan jalan. Di sungai sering juga di peroleh agregat berbentuk besar-besar melebihi ukuran yang di inginkan. Agregat ini harus melalui proses pemecahan terlebih dahulu supaya diperoleh:

- Bentuk partikel bersudut ,di usahakan berbentuk kubus.

- Permukaan partikel kasar sehingga mempunyai gesekkan yang baik.

- Gradasi sesuai dengan yang diinginkan.

Proses pemecahan agregat sebaiknya menggunakan mesin pemecah batu (cruher stone) sehingga ukuran partikel-partikel yang di hasilkan dapat terkontrol, berarti gradasi yang di harapkan dapat di capai sesuai dengan spesifikasi yang di tetapkan.

Agregat buatan

Agregat yang merupakan mineral filler / pengisi (partikel) dengan ukuran < 0075 mm) di peroleh dari hasil sampingan pabrik-pabrik semen dan mesin pemecah batu.

C. Berdasarkan besar partikel-partikel agregat ,agregat dapat dibedakan atas:

1. Agregat kasar, agregat .4,75 mm menurut ASTM atau , 2 mm ASSHTO

2. Agregat halus, agregat ,< 4,75 mm menurut ASTM atau , < 2 mm dan >0.075 mm menurut AASHTO.

3. Abu batu / mineral filler,agregat halus yang umumnya lolos saringan No.200.


B. Sifat agregat

Sifat dan kwalitas agregat menentukan kemampuannya dalam memikul beban lalu lintas. Agregat dengan kwalitas dan sifat yang baik dibutuhkan untuk lapisan permukaan yang langsung memikul beban lalu lintas dan menyebarkan ke lapisan dibawahnya. Sifat agregat yang menentukan kwalitasnya sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Kekuatan dan keawetan (strength and durability) lapisan perkerasan dipengaruhi oleh :

a. Gradasi

b. Ukuran maksimum

c. Kadar lempung

d. Kekerasan dan ketahanan

e. Bentuk butir

f. Tekstur permukaan

2. Kemampuan dilapisi aspal dengan baik, dipengaruhi oleh :

a. Porositas

b. Kemungkinan basah

c. Jenis agregat

3. Kemudahan dalam pelaksanaan dan menghasilkan lapisan yang nyaman dan aman, dipengaruhi oleh :

a. Tahanan geser (skid resistance)

b. Campuran yang memberikan kemudahan dalam pelaksanaan (bituminous mix workability)

4.2.1 Gradasi dan ukuran maksimum

Gradasi

Gradasi atau distribusi partikel-partikel berdasarkan ukuran agregat merupakan hal yang penting dalam menentukan stabilitas perkerasan. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga antar butir yang akan menentukan stabilitas dan kemudahan dalam proses pelaksanaan.

Gradasi agregat diperoleh dari hasil analisa saringan dengan menggunakan 1 set saringan dimana saringan yang paling kasar diletakkan diatas dan yang paling halus terletak paling bawah. 1 set saringan dimulai dari pan dan diakhiri dengan tutup (Gambar 4.11)


Gradasi agregat dapat dibedakan atas :

1. Gradasi seragam (uniform graded), adalah agregat dengan ukuran yang hampir sama/sejenis atau mengandung agregat halus yang sedikit jumlahnya sehingga tidak dapat mengisi rongga antar agregat. Agregat seragam disebut juga gradasi terbuka. Agregat dengan gradasi seragam akan menghasilkan lapisan perkerasan dengan sifat permaebilitas tinggi, stabilitas kurang, berat volume kecil.

2. Gradasi rapat (dense graded), merupakan campuran agregat kasar dan halus dalam porsi yang berimbang, sehingga dinamakan juga agregat baik (well graded).

Agregat dinamakan bergradasi baik jika persen yang lolos setiap tapis dari sebuah gradasi memenuhi :

P = 100 (d/D)0.45

dimana :

P = persen lolos saringan dengan bukaan d mm d = ukuran agregat yang sedang diperhitungkan

D = ukuran maksimum partikel dalam gradasi tersebut

Agregat dengan gradasi rapat akan menghasilkan lapisan perkerasan dengan stabilitas tinggi, kurang kedap air, sifat drainase jelek dan berat volume besar.

3. Gradasi buruk/jelek (poorly graded), merupakan campuran agregat yang tidak memenuhi 2 kategori diatas. Agregat bergradasi buruk yang umum digunakan untuk lapisan perkerasan lentur yaitu gradasi celah (gap graded), merupakan campuran agregat dengan 1 fraksi hilang atau 1 fraksi sedikit sekali. Sering disebut juga gradasi senjang. Agregat dengan gradasi senjang akan menghasilkan lapisan perkerasan yang mutunya terletak antara kedua jenis diatas.



Sifat-sifat yang dimiliki ketiga gradasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :


Ukuran maksimum partikel agregat

Semua lapisan perkerasan lentur membutuhkan agregat yang terdistribusi dari besar sampai kecil. Semakin besar ukuran maksimum partikel agregat yang

digunakan semakin banyak variasi ukuran dari besar sampai kecil yang dibutuhkan. Batasan ukuran maksimum yang digunakan dibatasi oleh tebalnya lapisan yang diharapkan. Penggunaan partikel agregat dengan ukuran besar menguntungkan karena:

- Usaha untuk pemecahan partikel lebih sedikit, sehingga biayanya lebih murah.

- Luas permukaan yang harus diselimuti aspal lebih sedikit sehingga kebutuhan akan aspal berkurang.

Disamping keuntungannya tersebut diatas pemakaian agregat dengan ukuran besar memberikan sifat-sifat yang kurang baik yaitu :

- Kemudahan pelaksanaan pekerjaan berkurang

- Segregasi bertambah besar

- Mungkin terjadi gelombang melintang (ravelling)

Terdapat 2 cara unutk menyatakan ukuran partikel agregat yaitu dengan :

- Ukuran maksimum, merupakan ukuran tapis/ ayakan terkecil dimana agregat tersebut lolos 100 %

- Ukuran nominal maksimum, merupakan ukuran tapis terbesar dimana agregat tertahan tapis tidak lebih dari 10%

Perbedaan kedua ukuran tersebut dapat diilustrasikan dengan contoh dibawah ini: Dari contoh agregat yang akan dipergunakan untuk campuran lapisan perkerasan diperoleh data bahwa partikel agregat 100% lolos tapis 1 inch. Partikel terbesar tertahan tapis 3/4 inch yang diletakkan dibawah tapis 1 inch dan ukuran nominal maksimum adalah 3/4 inch.

4.2.2. Kadar Lempung

Lempung mempengaruhi mutu campuran agregat dengan aspal karena :

- Lempung membungkus partikel-partikel agregat sehingga ikatan antara agregat dan aspal berkurang.

- Adanya lempung mengakibatkan luas daerah yang harus diselimuti aspal bertambah. Dengan kadar aspal yang sama

akan menghasilkan tebal lapisan yang lebih tipis yang dapat mengakibatkan terjadinya stripping (lepasnya ikatan antara aspal dan agregat).

- Tipisnya lapisan aspal mengakibatkan lapisan lapisan mudah teroksidasi sehingga lapisan cepat rapuh/getas.

- Lempung cendrung menyerap air yang berakibat hancurnya lapisan aspal.

Terdapat 2 pemeriksaan yang umum dilakukan untuk menentukan kadar lempung yang dikandung oleh campuran agregat yaitu :

- Atterberg limit, dilakukan untuk campuran agregat yang agak halus. Atterberg limit yang umum dipergunakan adalah batas cair mengikuti

procedure PB-0109-76 atau AASHTO T89-81 dan indeks plastis mengikuti prosedure PB-0110-76 atau AASHTO T90-81, dilakukan untuk contoh tanah lolos No. 40, dengan menggunakan alat seperti pada gambar ?

- Sand equivalent test dilakukan untuk partikel agregat yang lolos saringan No. 4 sesuai prosedure AASHTO T176-73 (1982). Contoh sebanyak 150 gr dimasukkan ke dalam larutan CaCL2

yang diletakkan didalam tabung kaca dan diendapkan selama

10 menit. Selanjutnya tabung yang telah ditutup dengan karet tersebut dikocok dalam arah mendatar sebanyak 90 kali. Larutan ditambah sampai skala 15 dan dibiarkan selama 20 menit. Setelah itu dibaca skala pasir dan skala lumpur.

Nilai SE = skala pasir/skala lumpur x 100%

Nilai sand equivalent dari partikel agregat yang memenuhi syarat untuk bahan konstruksi perkerasan jalan adalah > 50%

4.2.3 Daya tahan agregat

Daya tahan agregat adalah ketahanan agregat untuk tidak hancur / pecah oleh pengaruh mekanis ataupun kimia.

Degradasi didefinisikan sebagai kehancuran agregat menjadi partikel- partikel yang lebih kecil akibat gaya yang diberikan pada waktu penimbunan, pemadatan ataupun oleh beban lalu lintas.

Disintegrasi didefinisikan sebagai pelapukan pada agregat menjadi butir- butir halus akibat pengaruh kimiawi seperti kelembaban, kepanasan ataupun perbedaan temperature sehari-hari.

Agregat yang digunakan untuk lapisan perkerasan haruslah mempunyai daya tahan terhadap degradasi (pemecahan) yang mungkin timbul selama proses pencampuran, pemadatan, repetisi beban lalu lintas dan disintegrasi (penghancuran) yang terjadi selama masa pelayanan jalan tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat degradasi yang terjadi adalah:

- Jenis agregat yang lunak mengalami degradasi yang lebih besar dari agregat yang lebih keras.

- Gradasi, gradasi terbuka mempunyai tingkat degradasi yang lebih besar dibandingkan dengan gradasi rapat.

- Bentuk, partikel bulat akan mengalami degradasi yang lebih besar dari yang berbentuk kubus/bersudut.

- Ukuran partikel, partikel yang lebih kecil mempunyai tingkat degradasi yang lebih kecil dari pada partikel besar.

- Enersi pemadatan, degradasi akan terjadi lebih besar pada pemadatan dengan menggunakan enersi pemadatan yang lebih besar.

Penentuan tingkat ketahanan

Ketahanan agregat terhadap penghancuran (degradasi) diperiksa dengan menggunakan percobaan Abrasi Los Angeles(Abration Los Angeles Test), berdasarkan PB-0206-76, AASHTO T96-7(1982).

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mesin los Angeles yang dapat dilihat pada gambar 4.14

Agregat yang telah disiapkan sesuai gradasi dan berat yang ditetapkan, dimasukkan bersama bola-bola baja kedalam mesin Los Angeles, lalu diputar dengan kecepatan 30/33 rpmselama 500 putaran. Nilai akhir dinyatakan dalam persen yang merupakan hasil perbandingan antara berat benda uji semula – berat benda uji tertahan saringan No. 12 dengan berat benda uji semula.

Nilai tinggi menunjukan banyaknya benda uji yang hancur akibat putaran alat yang mengakibatkan tumbukan dan gesekan antar partikel dan dengan bola- bola baja, Nilai abrasi > 40% menunjukkan agregat tidak mempunyai kekerasan cukup untuk digunakan sebagai bahan / material lapisan perkerasan. Nilai abrasi < 30%, baik sebagai bahan lapis penutup. Nilai abrasi <40%, baik sebagai bahan pelapis permukaan dan lapisan pondasi atas.

Nilai abrasi < 50%, dapat dipergunakan sebagai bahan lapisan lebih bawah. Ketahanan agregat terhadap penghancuran (disintegrasi) pada umumnya diperiksa dengan menggunakan pemeriksaan soundness.

Pemeriksaan ketahanan terhadap cuaca ini dilakukan dengan percobaan soundness yaitu agregat direndam didalam sulfat pekat atau sodium sulfat sampai jenuh, dicuci dan direndam kembali sebanyak 5x berdasarkan AASHTO T104-77(1982).

Larutan natrium sulfat masuk kedalam pori-pori dari agregat dan akibat proses pengeringan, agregat yang tak kuat akan hancur.

Kehilangan berat akibat perendaman ini dinyatakan dengan persen. Agregat dengan soundness ≤ 12% menunjukan agregat yang cukup tahan terhadap pengaruh cuaca dan dapat digunakan untuk lapisan permukaan. Besarnya nilai soundness dipengaruhi juga oleh jenis/ mineral agregatnya.

5.2.4. Bentuk dan tekstur agregat

Bentuk dan tekstur mempengaruhi stabilitas dari lapisan perkerasan yang dibentuk oleh agregat tersebut.

Partikel agregat dapat berbentuk :

- Bulat (rounded)

Agregat yang dijumpai disungai pada umumnya telah mengalami

pengikisan oleh air sehingga umumnya berbentuk bulat. Partikel agregat bulat slaing bersentuhan dengan luas bidang kontak kecil

sehingga menghasilkan daya interlocking yang lebih kecil dan lebih mudah tergelincir.

- Lonjong (elongated)

Partikel agregat berbentuk lonjong dapat ditemui disungai-sungai atau bekas endapan sungai. Agregat dikatakanlonjong jika ukuran terpanjang >1.8 kali diameter rata-rata. Indeks kelonjongan (elongated index) adalah perbandingan dalam persen dari berat agregat lonjong terhadap berat total. Sifat interlockingnya hampir sama dengan yang berbentuk bulat.

- Kubus (cubical)

Partikel berbentuk kubus merupakan bentuk agregat hasil dari mesin

pemecah batu (crusher stone) yang mempunyai bidang kontak yang lebih luas, (berbentuk bidang rata sehingga memberikan interlocking / saling mengunci yang lebih besar. Dengan demikian kestabilan yang diperoleh lebih besar dan lebih tahan terhadap deformasi yang timbul. Agregat berbentuk kubus ini paling baik digunakan sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan.



- Pipih (flaky)

Partikel agregat berbentuk pipih dapat merupakan hasil dari mesin pemecah batu ataupun memang merupakan sifat dari agregat tersebut yang jika dipecahkan cenderung berbentuk pipih. Agregat pipih yaitu agregat yang lebih tipis dari 0.6 kali diameter rata-rata. Indek kepipihan (flakiness index) adalah berat total agregat yang lolos slot dibagi dengan berat total agregat yang tertahan pada ukuran nominal tertentu. Agregat berbentukpipih mudah pecah pada waktu pencampuran, pemadatan, ataupun akibat beban lalu lintas, oleh karena itu banyaknya agregat pipih ini dibatasi dengan menggunakan nilai indeks kepipihan yang disyaratkan.

- Tak beraturan (irregular)

Partikel agregat yang tidak beraturan, tidak mengikuti salah satu yang disebut diatas. Gesekan yang timbul antar partikel menentukan stabilitas dan daya dukung dari lapisan perkerasan. Besarnya gesekan dipengaruhi oleh jenis permukaan agregat yang dapat dibedakan atas agregat yang permukaannya kasar (rough), agregat yang permukaannya halus (smooth), agregat yang permukaannya licin dan menngkilap (glassy), agregat yang permukaannya berpori (porous). Gesekan timbul terutama pada partikel-partikel yang permukaannya kasar (seperti ampelas). Sudut geser dalam antar

partikel bertambah besar dengan makin bertambah besar dengan semakin bertambah kasarnya permukaan agregat. Disamping itu agregat yang kasar lebih mampu menahan deformasi yang timbul dengan menghasilkan ikatan antar partikel yang lebih kuat. Pada campuran dengan aspalpun ikatan antara partikel-partikel dan lapisan aspal lebih baik dari permukaan kasar dibandingkan dari permukaan halus. Agregat berpori akan menyerap aspal lebih banyak sehingga aspal yang menyelimut agregat akan lebih tipis dan menyebabkan cepat lepasnya ikatan antara agregat dengan aspal. Disamping itu agregat berpori umumnya lebih mudah pecah / hancur.


Agregat yang merupakan hasil mesin pemecah batu mempunyai permukaan kasar, sedangkan agregat dari sungai biasanya halus dan licin.

4.2.5. Daya lekat terhadap aspal (affinity for asphalt)

Factor yang mempengaruhi lekatan aspaldan agregat dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu :

1. Sifat mekanis yang tergantung dari :

- Pori-pori dan absorpsi

- Bentuk dan tekstur permukaan

- Ukuran butir

2. Sifat kimiawi dari agregat

Agregat berpori berguna untuk menyerap aspal sehingga ikatan antara aspal dan agregat baik. Tetapi terlalu banyak pori dapat mengakibatkan terlalu banyak aspal yang terserap yang berakibat lapisan aspal menjadi tipis. Banyaknya pori-pori diperkirakan dari banyaknya air yang dapat terabsorbsi oleh agregat.

Penyerapan (absorpsi) = (Bj – Bk)/Bk x 100% Dimana : Bk : berat benda uji oven

Bj : berat benda uji kering permukaan jenuh

Air yang telah diserap oleh agregat sukar dihilangkan seluruhnya walaupun melalui proses pengeringan sehingga mempengaruhi daya lekat aspal dengan agregat. Oleh karena itu besarnya absorbsi dibatasi 3% untuk agregat yang akan digunakan untuk lapisan permukaan dengan pengikat aspal.

Agregat berbentuk kubus dan kasar lebih baik mengikat aspal daripada agregat berbentuk bulat dan halus. Permukaan agregat yang kasar akan memberikan ikatan dengan aspal lebih baik dari pada agregat dengan permukaan licin.

Disamping hal tersebut diatas daya lekatan dengan aspal dipengaruhi juga oleh sifat agregat terhadap air. Granit dan batuan yang mengandung silica merupakan agregat bersifat hydrophilic yaitu agregat yang senang terhadap air. Agregat demikian tidak baik untuk digunakan sebagai bahan campuran dengan aspal, karena mudah terjadi stripping yaitu lepasnya lapis aspal dari agregat akibat pengaruh air. Sebaliknya agregat seperti dioritandesit disebut agregat hydrophobic, adalah agregat yang tidak mudah terikat dengan air sehingga ikatan antara aspal dan agregat cukup baik dan stripping yang terjadi kecil sekali. Pemerikasaan agregat untuk daya lekatnya terhadap aspal dilakukan dengan percobaan stripping mengikuti PB

0205-76 atau AASHTO T182-82. Kelekatan agregat terhadap aspal dinyatakan dalam persentase luas permukaan batuan yang tertutup aspal terhadap seluruh luas permukaan.

Nilai kelekatan agregat terhadap aspal untuk bahan campuran dengan aspal minimal 95%.

4.2.6. Berat jenis (specific gravity)

Berat jenis agregat adalah perbandingan antara berat volume agregat dan berat volume air. Besarnya berat jenis agregat penting dalam perencanaan campuran agregat dengan aspal karena umumnya direncanakan berdasarkan perbandingan berat dan juga untuk menentukan banyak pori. Agregat dengan berat jenis yang kecil mempunyai volume yang besar sehingga dengan berat yang sama membutuhkan jumlah aspal yang lebih banyak. Disamping itu agregat dengan kadar pori besar membutuhkan jumlah aspal yang banyak.

Ada 3 jenis berat jenis yang dapat ditentukan berdasarkan manual PB 0202-76 atau AASHTO T85-81.

1. Bulk specific gravity (berat jenis bulk)

adalah berat jenis dimana volume yang diperhitungkan adalah seluruh volume pori yang ada (volume pori yang dapat diresapi air dan volume pori yang tak dapat diresapi air.



Bulk SG = Ws = Ws (Vp + Vi +Vs)yw Bj -Ba

Bulk SG = Ws = Ws (Vp + Vi +Vs)yw Bj -Ba Dimana :

Vp = volume pori yang dapat diresapi air V = volume total dari agregat

Vi = volume pori yang tak dapat diserap air Vs = volume partikel agregat

Ws = berat kering partikel agregat yw = berat volume air

Bj = berat dalam keadaan jenuh air Ba = berat agregat didalam air

Bk = berat agregat kering

Jika dianggap aspal hanya menyelimuti bagian luar dari agregat maka digunakan bulk specific gravity.

Agregat specific gravity (berat jenis apparent)

Jika volume yang diperhitungkan adalah volume partikel dan bagian yang dapat diresapi air, maka disebut berat jenis apparent.

Penggunaan berat jenis ini dalam perhitungan jika dianggap aspal dapat meresapi seluruh bagian yang dapat diresapi air.

Apparent SG = Ws = Ws

(Vs + Vi)yw Bj –Ba

Effective specific gravity (berat jenis effective)

Pada kenyataannya aspal yang digunakan secara normal hanya akan meresapi sebagian dari pori yang dapat diresapi oleh air itu.

Dengan demikian sebaiknya menggunakan berat jenis effective.

Effective SG = Ws = Ws (Vs + Vc +Vi)yw Bj –Ba