Jumat, 13 Mei 2022

Plasteran Dinding Rumah Retak ? Ini Tips Mencegahnya | Dinding Anti Retak Dan Kedap Air

    


 Selamat malam semuanya,halo pengunjung setia blog omah sipil kembali lagi, dikesempatan ini saya akan bahas tentang, Kenapa plesteran dinding rumah sering retan dan cara mengatasinya bagaimana?

    Untuk kalian yang baru pertama punya rumah biasanya kesel banget masa dinding baru beberapa bulan di plaster udah retak aja plasteranya dan letaknya pun sudah retak telur bukan retak rambut.


     Apabila ratakan ini dibiarkan maka akan tempias air hujan dia bakal masuk ke dalam celah-celah retakan itu dan alhasil si batu bata di dalamnya bakal lembab hingga berjamur. Waduh ini memang bener-bener buat kita kesel nah tetapi saya ada tips untuk mencegah hal ini loh,baca artikel ini sampai selesai.

     Kalau kejadian seperti itu mungkin cuman baru beberapa minggu kemarin dinding diplester sama tukang, terus timbul retakan-retakan yang seperti itu dan itu dalam jangka panjang bisa berbahaya bagi dinding,bagaimana karena jika tempias seperti yang disampaikan tadi itu air hujannya masuk ke dalam celah-celah daripada si plasteran yang retak tadi sehingga menyebabkan batu bata batu katakan bersifat poros meresap air.Nah ketika batu bata ini meresap air kemudian lembab lama kelamaan bakal berlumut atau berjamur, Nah itu salah satu daripada Kenapa dinding Bisa lembab itu salah satu pemicunya. Oke teman-teman sekarang bagaimana cara mencegah hal itu biar tidak terjadi lagi jadi ke depan biar dibuat lebih optimal dan hal-hal yang demikian dapat terhindari. 

Catat  tiga tips yang perlu diterapkan pada saat melakukan plesteran dinding.

1.Sebelum dinding diplester apabila material dindingnya menggunakan batu bata merah maka wajib disiram,Kenapa wajib disiram karena batu bata menyerap air sehingga apabila batu batanya dalam keadaan kering tidak jenuh maka dia akan menyerap air semen daripada si plasteran sehingga plasteran menjadi rapuh atau bahasa tukangnya kopong sehingga rentan akan yang namanya retak ataupun pecah.

2. Pasir yang digunakan untuk plasteran harus bebas daripada yang namanya lumpur dan tanah, lumpur boleh tapi tidak melebihi daripada kadar 5% jadi apabila pasir yang digunakan itu berlumpur lebih daripada kadar 5% maka lumpur tersebut akan mengganggu daya rekat daripada pasir dengan semen sehingga tidak bisa menjadi plasteran ya optimal dan alhasil dalam jangka pendek atau jangka panjang gara-gara lumpur tersebut dapat menyebabkan keretakan daripada dinding plasteran nya.

3.Menambahkan zat adiktif atau tepung, sekarang banyak tuh dijual tepung yang mempunyai serat sehingga menambahkan daya rekat,memaksimalkan daya rekat antara adukan dan semen dan bisa saja dengan tepung itu akan menjadikan plasteran kamu kedap air sehingga akan bertahan jauh sangat lebih tahan lama daripada yang tidak menggunakan adiktif ini tetapi memang kekurangannya adiktif ini mahal tetapi itu sesuaikan dengan budget teman-teman sekalian yang penting dua poin tadi itu jangan pernah terlewati.

     Oke teman-teman semoga tips ini bermanfaat . Jangan lupa di-share  agar bermanfaat buat orang lain dan salam omah sipil.

Omah Sipil adalah Blog yang seputar ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang/merencanakan, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Selengkapnya klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :


EmoticonEmoticon