Sabtu, 30 April 2022

Lebih untung beli KPR Subsidi atau KPR Non Subsidi? Yuk kulik dan kenali 13 perbedaannya

Tags



Selamat pagi semuanya...

     Untuk kaum muda yang mau rumah subsidi atau non subsidi ya Kamu bingung menentukan skema cicilan KPR subsidi atau non subsidi belum tahu apa aja bedanya

     Yuk simak di blog omah sipil kita bedah sama-sama antara KPR subsidi dan KPR non subsidi (komersil)

     KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah baik uang muka atau suku bunga sementara KPR non subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang dilakukan bank konvensional kepada masyarakat Lantas apa saja perbedaannya, Enak dong tuh yang subsidi Dapat bantuan uang muka sama suku bunga kali tidak semua masyarakat bisa mendapatkan KPR subsidi ada syarat yang harus dipenuhi berikut perbedaan adalah

     KPR subsidi dan nonsubsidi dari segi syarat:

1.untuk yang subsidi harus WNI yang berdomisili di Indonesia untuk non subsidi juga WNI yang berdomisili di Indonesia

2.Untuk subsidi usia minimal 21 tahun atau telah menikah untuk nonsubsidi usia minimal 18 tahun atau telah menikah

3.Untuk subsidi masa kerja atau minimal telah memiliki usaha selama satu tahun dan untuk nonsubsidi berstatus karyawan pengusaha atau profesional untuk karyawan memiliki masa kerja minimal 1tahun dan pengalaman minimal 2 tahun untuk pengusaha dan profesional minimal telah menggeluti bidangnya selama minimal dua tahun

4. syarat pengajuan selanjutnya untuk subsidi belum pernah memiliki rumah pribadi untuk non-subsidi itu bebas saja selama lolos Bye checking.

5.Untuk subsidi belum pernah mendapatkan subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah 6.untuk rumah subsidi penghasilan perbulan maksimal empat juta rupiah untuk rumah tapak dan tujuh juta rupiah untuk rumah susun selanjutnya untuk subsidi memiliki NPWP SPT dan PPh.

6.Untuk subsidi ketika kredit telah lunas maksimal usia karyawan 60 tahun dan profesional 65 tahun sementara untuk non subsidi maksimal karyawan usia 55 tahun dan profesional 65 tahun.

7.Untuk harga rumah subsidi dari pemerintah membuat rumah subsidi harganya jadi lebih terjangkau daripada rumah non-subsidi nah perbedaannya kalau harga rumah subsidi harga diangka 150-170 juta rupiah sementara untuk nonsubsidi kira-kira 200 sampai 400jutaan atau bisa lebih.

8.Untuk jenis suku bunga rumah nonsubsidi itu ada bunga fix Free bunga tetap dan bunga floating rate untuk bunga tetap tidak mengalami perubahan dari awal cicilan sampai pelunasan walaupun saldo pinjaman telah berkurang jumlah cicilan yang dibayarkan akan tetap sama sementara floating rate adalah jenis suku bunga yang mengikuti perkembangan tingkat bunga di pasar uang sehingga jumlah cicilannya bisa berubah-rubah jika suku bunga di pasar uang melonjak maka cicilan pun ikut bertambah namun jika bunga di pasar uang Tengah turun maka cicilannya juga otomatis akan turun berbeda dengan nonsubsidi yang menggunakan dua jenis suku bunga tersebut untuk rumah subsidi hanya menggunakan satu jenis suku bunga yaitu fix sebesar lima persen.

9. Perbedaan dari segi luas,Untuk ukuran untuk rumah subsidi maksimal 36 M2 sedangkan kalau rumah non-subsidi bisa melebihi 36 M2

10.Perbedaan tentang fasilitas, untuk rumah subsidi itu ada kamar tidur kamar mandi dan ruang tamu ,sementara di rumah nonsubsidi ya bisa dikembangkan sesuai dengan marketing dari pengembang tersebut perbedaan

11.Perbedaan dari segi lokasi,kalau rumah subsidi itu biasanya jauh dari pusat Kota Karena tujuan dari rumah subsidi tersebut adalah untuk mengembangkan Kotabaru Nah kalau rumah nonsubsidi biasanya terletak di lokasi lokasi yang strategis,mengapa rumah subsidi jauh dari pusat Kota karena harga yang dipatok dari pemerintah pun sudah fix misalnya 150-160 juta untuk tipe 36 M2 nah pertanyaannya Apakah ada dengan luas 30 sampai 36 M2 di misal di Jakarta aja dengan harga tersebut yang memungkinkan ada Makanya rumah subsidi itu jauh dari pusat Kota.

 12.perbedaan selanjutnya adalah waktu Renovasi,kalau rumah subsidi boleh direnovasi setelah dihuni selama dua tahun kalau untuk nonsubsidi tergantung kebijakan dari pengembang.

13.perbedaan selanjutnya agar tepat sasaran rumah subsidi itu tidak boleh disewakan atau dijual sedangkan untuk sementara nonsubsidi bebas-bebas saja sebab rumah subsidi ini merupakan hasil subsidi dari pemerintah supaya subsidi ini tepat sasaran maka masyarakat harus menempati rumah tersebut apabila masyarakat menyewakan atau menjual rumah tersebut ada sanksi yang dikenakan apa saja sangsinya menyewakan rumah subsidi atau menjualnya merupakan bentuk pelanggaran atas kewajiban pembeli pada pemerintah jika hal ini anda lakukan Bersiaplah untuk mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah sanksi yang dikenakan bagi pelanggar ialah pembatalan pembelian dan pengembalian rumah kepada pemerintah anda pun harus kembali semua fasilitas pembiayaan yang telah diterima selain pengembalian rumah Anda pun dapat dipidanakan dengan denda Rp 50 juta Rupiah perihal mengenai sanksi ini sendiri telah diatur dalam pasal 152 UU Nomor 1 Tahun 2011 yang berbunyi setiap orang yang menyewakan atau mengalihkan kepemilikan atas rumah umum kepada pihak lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 135 dipidana dengan pidana denda paling banyak 50 juta Rupiah namun ada pengecualian yang dibuat pemerintah sehingga Anda dapat menyewakan rumah subsidi menjualnya atau mengalihkan hak kepemilikannya yang pertama adalah telah menghuni dalam kurun waktu lima tahun untuk rumah 20 tahun untuk rumah susun pindah tempat tinggal karena kondisi sosial ekonomi yang meningkat terjadinya pemberian warisan termasuk jika pemiliknya meninggal dunia kepentingan bank pelaksana dalam rangka menyelesaikan kredit pembiayaan yang bermasalah di luar alasan-alasan tersebut rumah subsidi tetap harus digunakan dan manfaatkan oleh sang pembeli sendiri.

     Itulah pemaparan tentang perbedaan rumah subsidi dan nonsubsidi,jadi bisa menjadi gambaran buat kalian untuk mengambil keputusan apakah mengambil skema KPR subsidi atau KPR nonsubsidi silakan diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sobat. Yang pastinya harapan kami semoga sobat bisa lekas memiliki rumah impiannya agar bisa kumpul sama-sama keluarga.


Omah Sipil adalah Blog yang seputar ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang/merencanakan, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Selengkapnya klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :


EmoticonEmoticon